Rabu, 09 November 2016

Manusia dan Pandangan Hidup

Manusia dan Pandangan Hidup
  

Setiap manusia mempunyai pandangan hidup. Pandangan hidup itu bersifat kodrati karena itu menentukan masa depan seseorang. Pandangan hidup artinya pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan, petunjuk hidup di dunia. Pandangan hidup itu bukanlah timbul seketika atau dalam waktu yang singkat saja, melainkan melalui proses waktu yang lama dan terus menerus, sehingga hasil pemikiran itu dapat diuji kenyataannya. Hasil pemikiran itu dapat diterima oleh akal, sehingga diakui kebenarannya. Atas dasar itu manusia menerima hasil pemikiran itu sebagai pegangan, pedoman, arahan, atau petunjuk yang disebut pandangan hidup.

Pandangan hidup tidak terlepas dari masalah nilai dalam kehidupan manusia. Jadi, pandangan terhadap hidup ini adalah segala sesuatu yang dihasilkan oleh akal budi manusia. Pandangan hidup tidak lepas juga dari peran pendidikan. Manusia mengetahui hakikat hidup dan sebagainya itu berasal dari pendidikan. Oleh karena itu, peran pendidikan membuat manusia dapat berpikir lebih ke depan.


 Langkah-langkah berpandangan hidup yang baik :
  1. Mengenal : tahap pertama bagi manusia secara kodrat untuk mengenal apa itu pandangan hidup.
  2. Mengerti : mengerti tentang arti pandangan hidup itu sendiri.
  3. Menghayati : menghayati pandangan hidup dapat memperoleh suatu gambaran yang tepat dan benar mengenai kebenaran pandangan hidup itu sendiri.
  4. Meyakini : suatu hal untuk memperoleh suatu kepastian sehingga dapat mencapai tujuan hidupnya.
  5. Mengabdi : suatu hal yang penting dalam menghayati dan meyakini sesuatu yang telah dibenarkan dan diterima baik oleh dirinya lebih-lebih oleh orang lain dan dapat dirasakan manfaatnya.

Contoh manusia dan pandangan hidup :
  1. Harapan masyarakat kepada presiden terpilih  dimana pada saat terpilihnya presiden baru berbagai respon dan tanggapan masyarakat bermunculan. Harapan seluruh masyarakat Indonesia dengan terpilihnya presiden baru adalah kesejahteraan masyarakat karena masih banyak masyarakat di negeri ini yang belum merasakan kesejahteraan yang sesungguhnya. Kesejahteraan itu hanya dirasakan oleh kalangan atas saja tanpa memperdulikan kalangan bawah. Semoga sebagai presiden baru kedepannya dapat membawa negeri ini menjadi negeri yang lebih maju lagi.
















 Sumber :
  1.  http://ardan96.blogspot.co.id/2014/11/ilmu-budaya-dasar-manusia-dan-pandangan_16.html
  2.  http://rayrizqie.blogspot.co.id/2015/06/bab-8-manusia-dan-pandangan-hidup.html


Selasa, 08 November 2016

Manusia dan Harapan




Harapan berasal dari kata harap yang berarti keinginan supaya sesuatu terjadi, sehingga harapan dapat diartikan sebagai  sesuatu yang diinginkan agar dapat terjadi. Setiap manusia mempunyai harapan. Manusia yang tanpa harapan, berarti manusia itu mati dalam hidup. Orang yang akan meninggal sekalipun mempunyai harapan, biasanya berupa pesan – pesan kepada ahli warisnya.

Harapan bergantung pada pengetahuan, pengalaman, lingkungan hidup dan kemampuan masing-masing setiap individu. Berhasil atau tidaknya suatu harapan, tergantung pada usaha seseorang yang mempunyai harapan. Harapan harus berdasarkan kepercayaan, baik kepercayaan pada diri sendiri, maupun kepercayaan kepada Tuhan. Agar harapan terwujud, maka perlu usaha dengan sungguh-sungguh. Ketika harapan yang ingin dicapai gagal, berarti kita harus lebih giat lagi dalam mencapainya dan terus berikhtiar kepada Tuhan, karena kita masih mempunyai harapan- harapan lain sehingga kita tidak boleh putus asa begitu saja.

Menurut kodratnya manusia itu adalah mahluk sosial. Setiap lahir ke dunia langsung disambut dalam suatu interaksi hidup, yakni ditengah suatu keluarga atau sebagai anggota masyarakat. Tidak ada satu manusia pun yang luput dari interaksi hidup.  Ada dua hal yang mendorong orang hidup berinteraksi dengan manusia lain, yakni dorongan kodrat dan dorongan kebutuhan hidup.
Sesuai dengan kodratnya harapan manusia atau kebutuhan manusia itu ialah :
a)      Kelangsungan hidup (survival)
b)      Keamanan (safety)
c)      Hak dan kewajiban mencintai dan dicintai (be loving and love)
d)      Diakui linkungan (status)
e)      Perwujudan cita – cita (self actualization)


  • Contoh  manusia dan harapan:
  1. Bagi seorang remaja mengharapkan orang yang dicintainya dapat menerima cintanya dan menjalin suatu hubungan. Dari hal yang diharapkan tersebut dia dapat melakukan hal-hal yang dibilang tidak masuk akal pun dilakukan hanya untuk mendapatkan perhatian dan cinta dari orang yang dicintainya itu.
  2. Bagi seorang pelajar, misalkan dia menginginkan mendapatkan nilai bagus dan dapat lulus dengan nilai yang baik, maka dia dapat melakukan beberapa hal untuk mendapatkan nilai terbaik , contohnya dengan cara belajar dengan baik, tekun, serius, dan meminimalisir kegiatan bermain.


















Sumber :
  1. https://ilovemygoogle.wordpress.com/2012/06/13/tugas-softskill-ilmu-budaya-dasar-manusia-dan-harapan/
  2. https://fauzanbrs94.wordpress.com/2015/03/16/manusia-dan-harapan-ilmu-budaya-dasar/



Minggu, 06 November 2016

Manusia dan Keadilan

Hubungan Manusia dan Keadilan


Pada dasarnya, keadilan itu adalah suatu keselarasan dan keharmonisan antara hak dan kewajiban. Yang mana orang dikatakan berbuat adil ketika ia benar - benar telah melaksanakan apa yang seharusnya dilakukan sesuai dengan apa yang dibebankan dan kemudian baru orang itu bersedia menerima apa yang sudah menjadi haknya. Oleh karena itu, manusia dan keadilan tidak dapat dipisahkan. Jika orang hanya menuntut haknya saja, maka dapat dikatakan ia telah memperbudak orang lain. Begitu juga sebaliknya, jika ia melaksanakan kewajibannya semata dan tidak mau menerima haknya, maka ia telah siap diperbudak orang lain.

  • Macam - macam keadilan :
  1. Keadilan Legal atau Keadilan Moral : Plato berpendapat bahwa keadilan dan hukum merupakan substansi rohani umum dari masyarakat yang membuat dan menjaga kesatuannya. Dalam suatu masyarakat yang adil setiap orang menjalankan pekerjaan yang menurut sifat dasarnya paling cocok baginya. 
  2. Keadilan Distributif : Aristoles berpendapat bahwa keadilan akan terlaksana bilamana hal-hal yang sama diperlakukan secara sama dan hal-hal yang tidak sama secara tidak sama.
  3. Keadilan Komutatif : Keadilan ini bertujuan memelihara ketertiban masyarakat dan kesejahteraan umum.
Berbuat adil berarti menghargai atau menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia. Berbuat tidak adil berarti menginjak-injak harkat martabat manusia. Berbuat demikian berarti menganggap manusia lain lebih rendah padahal hakikatnya manusia itu sama.

  • Contoh manusia dan keadilan :
Seorang nenek yang hanya mencuri pisang mungkin cuma sekali dan hanya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya karena masalah ekonomi dan kesenjanagan sosial yang di hadapinya harus merasakan hukuman yang berat atau kurungan walaupun hanya 3-5 bulan tetapi rasanya tidak adil sekali ketika kita melihat seorang mafia kasus seperti Ratu Atut Chosiyah yang kasusnya berat dan merugikan masyarakat terutama masyarakat menengah kebawah. Dia memang sama juga seperti nenek yang mencuri pisang yaitu sama - sama mendapat hukuman, tetapi apakah proses yang dilakukan terhadap si nenek dan Ratu Atut itu melalui proses yang sama? tentu tidak. Mungkin karena kasus Ratu Atut tersebut merugikan negara hingga triliunan jadi harus memalui proses - proses terlebih dahulu, tetapi hukuman yang didapatkannya tidak setimpal dengan apa yang dilakukannya terhadapa negara, sedangkan nenek yang mencuri pisang dia harus menerima resiko hukuman yang berat juga walaupun untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.











Sumber:
  1. http://panduug.blogspot.co.id/2015/06/manusia-dan-keadilan-tugas-ibd.html
  2. http://anamalabinsamudi.blogspot.co.id/2015/04/makalah-manusia-dan-keadilan.html
  3. http://ilmubudayadasarardhi.blogspot.co.id/2012/11/manusia-dan-keadilan.html


Selasa, 01 November 2016

Manusia dan Tanggung Jawab



Tanggung jawab erat kaitannya dengan kewajiban. Tanggung jawab adalah keadaan wajib menanggung segala sesuatunya. Sehingga bertanggung jawab adalah kewajiban menanggung, memikul jawab, menanggung segala sesuatunya, atau memberikan jawaban dan menanggung akibatnya. Tanggungjawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajibannya. Seseorang mau bertanggung jawab karena ada kesadaran atas segala perbuatan dan akibatnya atas kepentingan pihak lain. 

Timbulnya tanggung jawab itu karena manusia itu hidup bermasyarakat dan hidup dalam lingkungan alam. Tanggung jawab itu bersifat kodrati, artinya sudah menjadi bagian kehidupan manusia, bahwa setiap manusia pasti dibebani dengan tanggung jawab. Manusia merasa bertanggung jawab karena ia menyadari akibat baik atau buruk perbuatannya itu dan menyadari pula bahwa pihak lain memerlukan pengabdian atau pengorbanannya. Untuk memperoleh atau meningkatkan kesadaan bertanggungjawab perlu ditempuh usaha melalui pendidikan, penyuluhan, keteladanan, dan takwa terhadap Tuhan.


Wujud tanggung jawab juga berupa pengabdian dan pengorbanan.  Pengabdian  dan pengorbanan  adalah perbuatan baik untuk kepentingan  manusia itu sendiri. Pengabdian itu sendiri artinya adalah perbuatan baik yang berupa pikiran, pendapat ataupun tenaga sebagai perwujudan kesetiaan, cinta, kasih sayang, hormat, dan semua itu dilakukan dengan ikhlas, sedangkan pengorbanan adalah pemberian yang didasarkan atas kesadaran moral yang tulus ikhlas semata-mata tanpa pamrih.
 

Macam - macam bentuk tanggung jawab :
  1. Tanggung jawab terhadap Tuhan
  2. Tanggung jawab terhadap diri sendiri
  3. Tanggung jawab terhadap keluarga
  4. Tanggung jawab terhadap masyarakat
  5. Tanggung jawab terhadap bangsa maupun negara

  • Contoh manusia dan tanggung jawab:
  1. Seorang mahasiswa mempunyai kewajiban belajar. Bila belajar, maka hal itu berarti ia telah memenuhi kewajibannya, berarti pula ia telah bertanggung jawab atas kewajibannya.  Bila pada ujian ia mendapat nilai A, B atau C itulah hasil dari pertanggung-jawabannya
  2. Seorang ibu yang hidup dengan lima anak, karena suaminya meninggal dia harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup anak-anaknya. Walapun harus menjadi pelacur sekalipun, ia rela demi kehidupan mereka dan bertanggung jawab pada kelima anaknya.












      Sumber:
  1. https://werdiningsiih.wordpress.com/2012/12/19/manusia-dan-tanggung-jawab/
  2. https://sanusiadam79.wordpress.com/2013/05/01/manusia-dan-tanggung-jawab/
  3. https://ilovemygoogle.wordpress.com/2012/06/13/tugas-softskill-ilmu-budaya-dasar-manusia-dan-tanggung-jawab/